Logika

Logika
Maret,13 2021

Nama :Nisya fatmawati batubara
Nim    :1920100179
Matkul :Filsafat Ilmu


1)          Logika mempunyai pengertian hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat.
Dalam islam Dahulukan Dalil, Bukan logika
Agama Islam di bangun atas dasar dalil bukan Logika , demikianlah prinsip akidah Ahlusunnah wal jamaah. Allah ta’ala berfirman,

أَمۡ لَهُمۡ شُرَكَـٰۤؤُا۟ شَرَعُوا۟ لَهُم مِّنَ ٱلدِّینِ مَا لَمۡ یَأۡذَنۢ بِهِ ٱللَّهُۚ

“Apakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang menetapkan (mensyari’atkan) aturan agama bagi mereka yang tidak diizinkan (diridhai) Allah?.” (QS. Asy-Syura: 21)
Maka apabila kita dapati ada nash atau dalil yang seakan-akan bertentangan dengan akal -padahal hakikatnya tidak- maka sudah sepatutnya bagi kita untuk mendahulukan dalil dari pada akal, sebab dalil itu bersifat ma’shum (terjaga) adapun akal tidak, ia sifatnya terbatas dan berubah-ubah.
Imam Syafi’i rahimahullah berkata,


إِنَّ لِلْعَقْلِ حَدَّا يَنْتَهِيْ إِلَيْهِ كَمَا أَنَّ لِلْبَصَرِ حَدًّا يَنْتَهِيْ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya akal memiliki batas, ia berhenti pada batasan tersebut, sebagaimana pandangan juga memiliki batasan yang pandangan berakhir padanya.” (Adab Asy-Syafi’i, hlm. 134)

Maka akal haruslah tunduk kepada dalil, bukan dalil yang tunduk kepada akal. Jangan berlebihan kepada akal di atas porsinya dan juga merendahkannya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

“Agama (Islam) bukan didasari atau dibangun pertama kali dengan akal logika. Bahkan sebenarnya dalil (hujjah) yang kuat dibangun di atas otak yang baik (benar). Jika tidak, maka perlu dipahami bahwa dalil shahih sama sekali tidak bertentangan dengan logika yang baik (benar).”
Karena dalam Al-Quran pun telah disebutkan, Allah ta’ala berfirman,

أَفَلَا تَعْقِلُوْن

“Tidakkah kalian mau menggunakan akal kalian?” (QS. Al-Baqarah: 44)

Sesungguhnya yang menyelisihi tuntunan syari’at, itulah yang menyelisihi akal (logika) yang sehat. Karena itu sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata,

لَوْكَانَ الدِّيْنُ بِالرَّأْيِ لكَانَ أَسْفَل الخف أَوْلَى بالمَسْحِ مِنْ أَعْلَاه

“Seandainya agama ini (Islam) asasnya adalah akal (logika), maka tentu bagian bawah khuf (sepatu) lebih pantas untuk diusap daripada (bagian) atasnya.”

Namun agama (Islam) tidak dibangun di atas akal (logika-logikaan). Oleh karenanya, siapa saja yang membangun agamanya di atas logika piciknya pasti akan membuat kerusakan daripada mendatangkan kebaikan. Mereka belum mengetahui bahwa akhirnya hanya kerusakan yang timbul.” (Fathul Dzil Jalali wal Ikram, 1/370)



Logika adalah salah satu cabang filsafat. Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (bahasa Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. ... Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa diartikan dengan masuk akal.
te·o·ri /téori/ n 1 pendapat yang didasarkan pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi; 2 penyelidikan eksperimental yang mampu menghasilkan fakta berdasarkan ilmu pasti, logika, metodologi, argumentasi: -- tentang kejadian bumi; -- tentang pembentukan negara; 3 asas dan hukum umum yang menjadi dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan: -- mengendarai mobil; -- karang-mengarang; -- hitung dagang; 4 pendapat, cara, dan aturan untuk melakukan sesuatu: -- nya memang mudah, tetapi praktiknya sukar;
-- atom teori yang menyatakan bahwa materi disusun oleh partikel-partikel kecil;
-- domino teori ilmu politik yang beranggapan bahwa jatuhnya salah satu negara di Asia Tenggara ke tangan komunis akan menimbulkan serangkaian reaksi kemenangan komunis di negara lain;
-- gelombang Ling teori yang menyatakan bahwa bahasa yang berkerabat berasal dari pusat yang sama (bahasa induknya tersebar) ke segala penjuru (teori Johannes Schmidt);
-- heliosentris teori yang menyatakan bahwa bumi ini berbentuk bulat serta berputar mengelilingi sumbunya, beserta planet lainnya beredar mengelilingi matahari;
-- kasus Ling 1 teori linguistik generatif yang menganggap bahwa setiap nomina mempunyai kasus abstrak pada struktur batin dan kemudian diwujudkan dengan bentuk morfologis tertentu pada struktur lahir; 2 teori linguistik yang menggunakan peran relasional semantis sebagai konsep dasar, misalnya pelaku, penderita;
-- kebebasan sistem komunikasi massa yang menekankan kebebasan media dari kontrol pemerintah walaupun dengan beberapa pembatasan atau aturan;
-- kekuasaan sistem komunikasi massa dengan ketentuan bahwa media tunduk kepada negara dan dilarang menyatakan kritik berat, baik kepada pemerintah maupun kepada para pejabatnya;
-- lokalistis Ling teori yang beranggapan bahwa bahasa diumpamakan sebagai ruang dan semua afiks, kasus, dan preposisi pada asasnya adalah penanda tempat;
-- migrasi Ling teori tentang gerak perpindahan bangsa yang berdasarkan pengelompokan bahasa dan distribusi geografis bahasa;
-- monogenesis Ling teori yang menyatakan bahwa semua bahasa di dunia berasal dari satu bahasa induk;
-- onomatope 1 teori linguistik yang menyatakan bahwa ujaran manusia itu berasal dari tiruan bunyi binatang dan alam; 2 kata yang dibentuk berdasarkan tiruan bunyi;
-- organisasi aliran pemikiran yang berusaha menjelaskan ciri dan cara bekerja suatu perkumpulan untuk mencapai tujuan yang luas dan rumit;
-- organisme teori dalam belajar yang berpandangan bahwa keseluruhan lebih berarti daripada sebagian;
-- poligenesis Ling teori yang menyatakan bahwa bahasa-bahasa dunia tumbuh dari pelbagai sumber dan tidak dari satu bahasa induk;
-- resepsi teori yang mementingkan tanggapan pembaca terhadap karya sastra, misalnya tanggapan umum yang mungkin berubah-ubah yang bersifat penafsiran dan penilaian terhadap karya sastra yang terbit dalam rentang waktu tertentu
2 )logika filosofis atau bisa juga disebut logika filsafat, logika sebagai cabang filsafat; ... Logika mengatakan yang bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak. Secara tradisional, logika dipelajari sebagai cabang filosofi, tetapi juga bisa dianggap sebagai cabang matematika logika saintifik menawarkan minimal tiga hal, yaitu: (1) menawarkan cara kerja secara logis dan sistematis, (2) melakukan kritik atas cara kerja tertentu; apakah cara kerja tersebut logis atau tidak, dan (3) menawaran pemecahan cara kerja sebagai konsekuensi kritiknya atas cara kerja

Contoh Logika Saintifik: Wawasan Dasar, Keilmuan, dan Filsafati
 

Perhatian terhadap logika, khusunya Logika Saintifik, semakin besar seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Sedang buku ini turut ambil peran di dalamnya dengan menyajikan tiga materi: (1) logika dasar; (2) logika keilmuan; dan (3) pengenalan filsafat ilmu. Materi pertama dan kedua merupakan materi pokok sebagaimana harapan kurikulum. Sedang materi ketiga merupakan materi ekstra. Materi terakhir ini tetap memperhatikan konsistensi muara pokok kurikulum matakuliah logika saintifik, sambil mengembangkan sayap untuk memperluas informasi dan memper-tajam cakrawa¬la intelektual mahasiswa. Asumsi dalam buku ini adalah kemampuan logika berposisi strategis dalam wacana, kajian, dan pengembangan studi mahasiswa, khususnya ketika mereka berada pada paro pertama masa studi, sehingga hasilnya diharapkan memberikan manfaat yang optimal bagi paroh kedua studinya. Selanjutnya, dengan bekal kemampuan logika yang mapan, mereka diharap¬kan mampu secara lebih dinamis dan produktif dalam studinya pada jenjang-jenjang berikutnya (S-2 dan S-3). Sebagai pengembangan teknis, buku ini dilengkapi dengan contoh-contoh operasional dan penjelasan secara grafis yang disajikan dalam bentuk-bentuk tabel, skema, dan gambar. Maksud kelengkapan ini adalah untuk memudahkan pembaca dalam mempelajari isinya. Dengan penjelasannya yang mendasar, ilmiah, filosofis, dan sekaligus operasional, buku ini layak 
3)   Contoh Logika

Inilah beberapa contoh logika yang sederhana, misalnya ada kalimat atau pernyataan yang tidak masuk akal, jadi pernyataan tersebut tidak dijelaskan dan penalarannya tidak benar. Misalnya seperti “manusia bisa menahan nafas sampai 5 jam” jelas pernyataan tersebut tidak benar nyatanya menurut penelitian rata-rata manusia normal bisa menahan nafas selama 30-60 detik dan otak manusia normal akan mengalami kerusakan secara permanen setelah 4 menit jika tidak mendapat oksigen.

 

Atau pernyataan seperti “manusia bisa bertahan tanpa minum selama satu bulan” dari pernyataan tersebut jelas tidak masuk akal, nyatanya manusia normal bisa bertahan selama 3-4 hari tanpa minum, itupun dipengaruhi oleh faktor usia, kesehatan tubuh, cuaca, dll.

Dalam studi filsafat kontemporer, setidaknya ada tiga jenis atau model yang termasuk pendekatan yang digunakan dalam studi Islam (Islamic studies) saat ini yaitu : Pendekatan Hermeneutika, Pendekatan Teologi-Filosofis, dan Pendekatan Tafsir Falsafi.   tu referensi penting di antara buku-buku logika yang sudah ada.

Masalah; artinya, suatu ilmu pengetahuan harus mempunyai
masalah yang akan dibahas.
Masalah yang dibahas oleh suatu ilmu pengatahuan
itulah yang merupakan objek atau sasaran ilmu pengetahuan
tersebut.
Dalam dunia Ilmu Pengetahuan dibedakan 2 (dua)
macam objek, yaitu objek material dan objek formal.
Objek material ialah bahan atau masalah yang menjadi
sasaran penyelidikan dari suatu ilmu pengetahuan, misalnya:
tentang manusia, tentang ekonomi, hukum dan lain-lain.
Sedangkan objek formal ialah sudut tinjauan dari penyelidikan
atau pembicaraan suatu ilmu pengetahuan, misalnya tentang
manusia, dari segi manakah kita mengadakan pengkajian
tentang manusia itu; dari segi tubuhnya atau dari segi
jiwanya? Dari objek formal inilah suatu ilmu pengetahuanberbeda dengan ilmu pengetahuan lainnya. Ada kemungkinan
beberapa ilmu pengetahuan yang objek meterialnya sama,
tetapi objek formalnya berbeda.
 Uraiannya harus metodis, maksudnya adalah dalam usahapenyelidikan untuk suatu ilmu pengetahuan harus digunakan cara-cara atau metode-metode ilmiah yang dapat dipertanggung-jawabkan, dikontrol, dan dibuktikan kebenarannya. Sistematis; artinya, Ilmu Pengetahuan tersebut harus disusun secara teratur menurut urutan-urutan tertentu yangmerupakan suatu kebulatan yang utuh.
BACA SELENGKAPNYA
Sejarah masuk nya islam ke nusantara
Februari 18, 2021
  Sejarah masuk nya islam ke nusantara/indonesia  Karya: Dr.sehat sultoni, sejarah pendidikan pesantren.  Hal 14  Mushtafa, dkk., 2009. Oleh  : Indri rahmita Siregar blogspot 

Mahasiswa Iain padangsidimpuan jurusan pendidikan agama islam fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan   Pada masa awal mulanya Islam datang ke Indonesia itu diawali dengan pengenalan Islam itu sendiri oleh pedagang dari beberapa negara yang telah ada sebelumnya Berdasarkan beberapa teori yang dikemukakan oleh ahli bahwa Islam disebarkan oleh pedagang dari Gujarat atau India Persia dan juga Arab. Ketiga teori tersebut, saling mengemukakan perspektif kapan masuknya Islam, asal negara, penyebar atau pembawa Islam ke Indonesia. Ketiga teori ini pun sebenarnya tidak membicarakan masuknya agama Islam ke tiap pulau-pulau di Indonesia, melainkan hanya menganalisis masuknya agama Islam ke Sumatera dan Jawa, karena kedua wilayah ini merupakan sampel untuk wilayah Indonesia lainnya.

Postingan populer dari blog ini

AKSIOLOGI PGMI Nisya Fatmawati Batubara NIM. 1920100179

Filsafat Pendidikan Islam